lukisan senja

dengan apakah aku hendak melukiskan engkau, kekasih hati? hari serasa pendek, tangan tak pernah menjangkau, ucapan selalu gagap, goresan tinta tak pernah memadai.

dengan senja, sebagai kanvas, tempat kuas hatiku mulai digetarkan, untuk menjemput wewarna, lalu menciumi sekujur tubuhmu. dengan senja, sebagai bahasa, tempat aku bertutur tentang jingga langit pagi esok. dengan senja, sebagai lidah, yang terus mempercakapkan kasih sayangmu.

dengan senja, aku ingin mencari kekasih, menjemput pelukan paling hangat. duhai, di manakah engkau?

4 Responses to “lukisan senja”

  1. CUp-cup-cup… emang kekasihnya lagi ngayap kemana?
    Mau aku temenn nyari?? :lol:

  2. ke bulan, katanya mau memetik bintang
    mau dong!!

  3. kok jawabannya kaya iklan provider celuler di tv, ye…

    * Chayaaaaaaank… lagi di manaaaaa?

    * sendiri, di bulan, metik bintang!

    * sendiri, di bumi, mas*****si! :razz:

    Hahaha, nyok aku temenin nyari di bulan. Tapinya ntar aja kalo senjanya dah menghilang, biar nyarinya bisa terang. :wink:

  4. hahaha…
    sambil nunggu senja ngilang, maen catur nyok ;)

Leave a Reply