lukisan senja
dengan apakah aku hendak melukiskan engkau, kekasih hati? hari serasa pendek, tangan tak pernah menjangkau, ucapan selalu gagap, goresan tinta tak pernah memadai.
dengan senja, sebagai kanvas, tempat kuas hatiku mulai digetarkan, untuk menjemput wewarna, lalu menciumi sekujur tubuhmu. dengan senja, sebagai bahasa, tempat aku bertutur tentang jingga langit pagi esok. dengan senja, sebagai lidah, yang terus mempercakapkan kasih sayangmu.
dengan senja, aku ingin mencari kekasih, menjemput pelukan paling hangat. duhai, di manakah engkau?
September 12, 2008 at 11:11 am
CUp-cup-cup… emang kekasihnya lagi ngayap kemana?
Mau aku temenn nyari??
September 13, 2008 at 1:55 am
ke bulan, katanya mau memetik bintang
mau dong!!
September 13, 2008 at 4:42 am
kok jawabannya kaya iklan provider celuler di tv, ye…
* Chayaaaaaaank… lagi di manaaaaa?
* sendiri, di bulan, metik bintang!
* sendiri, di bumi, mas*****si!
Hahaha, nyok aku temenin nyari di bulan. Tapinya ntar aja kalo senjanya dah menghilang, biar nyarinya bisa terang.
September 15, 2008 at 1:34 am
hahaha…
sambil nunggu senja ngilang, maen catur nyok