pagi

dengan apakah engkau memulai pagi?

yang kurindukan adalah sebuah hari dengan mata malu, yang malas untuk dikucek, mendesah panjang dan meringkuk dalam selimut pagi. waktu berhenti, serasa kekal. kabut cahaya masuk bagai rentang kain sutera. tipis dan samar.

lalu ada yang menelusup ke balik selimut. merayap dan memeluk bagai oktopus. hangat. menghadirkan desir debar. terasa beban di dada dan sekujur tubuh. tapi menggetarkan. dan ia lalu mengucapkan selamat pagi dengan menangkup bibirku.

ahh, sebuah impian pagi, yang hanya berkelebat di ujung mata.

Leave a Reply