pagi
dengan apakah engkau memulai pagi?
yang kurindukan adalah sebuah hari dengan mata malu, yang malas untuk dikucek, mendesah panjang dan meringkuk dalam selimut pagi. waktu berhenti, serasa kekal. kabut cahaya masuk bagai rentang kain sutera. tipis dan samar.
lalu ada yang menelusup ke balik selimut. merayap dan memeluk bagai oktopus. hangat. menghadirkan desir debar. terasa beban di dada dan sekujur tubuh. tapi menggetarkan. dan ia lalu mengucapkan selamat pagi dengan menangkup bibirku.
ahh, sebuah impian pagi, yang hanya berkelebat di ujung mata.
This entry was posted on September 9, 2008 at 1:10 am and is filed under rasa with tags bibir, cahaya, dada, debar, desah, desir, getar, hangat, hari, kabut, kekal, malu, memeluk, menangkup, menelusup, merayap, meringkuk, pagi, rindu, selimut, waktu. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.