rindu pagi

aku merindukan sebuah pagi yang tak tergesa. bangun dari tidur yang cukup, tanpa prosedural yang dikumandangkan manusia normatif. mulanya memang bersikat gigi. namun selebihnya, masih ada waktu untuk segelas kopi, sambil membaca headline dari suratkabar nasional pada setiap halamannya.

sebuah pagi tanpa janji pada siapa pun. teduh dan lapang. terhimpun energi untuk tersenyum hingga melebihi jam senja. dengan denting piano di dada sepanjang hari. serasa didekap kekasih paling jauh. atau dikecup seorang ibunda paling sayang.

aku merindukan sebuah pagi yang tak tergesa. masih bisa dan sempat memahatkan senyum terindah kepada orang-orang terkasih. dan bila ada kekasih hati, masih sempat kuremas lembut tangannya, penuh sayang, merasakan hangatnya; sebelum kubawa ke bibir untuk kukecup, lalu mengucapkan kata, “Hari ini hatiku untukmu, kekasih…”

Leave a Reply