rinai

entah mengapa, gerimis selalu memikat hatiku. mungkin karena ia lembut, turun perlahan, dalam butir-butir yang menyejukkan. nuansa yang dibawanya selalu masuk ke dalam hati. menusuk hingga jauh. dan hari pun serasa begitu damai.

tak kutahu sejak kapan aku menyukai gerimis. tapi aku selalu ingat bahwa hujan deras di masa kecil telah membawa trauma berkepanjangan yang tak terdamaikan hingga sekarang. ya.. ya.. aku pembenci hujan deras, tapi penyuka rinai. tiap kali gerimis jatuh, alangkah indah bila dapat duduk di teras dalam waktu yang tak bergegas. maka kenangan demi kenangan begitu mendekapku.

gerimis selalu membuat hatiku mengharu-biru, batinku melalang buana masa lalu, dan pikiranku menatapi lalu waktu. semua itu, alangkah membahagiakan. membuatku lupa pada setiap butir krikil yang memilukan dada. serasa kembali ke rahim ibu, tempat paling damai, tempat embun selalu menyapa pada setiap hitungan detik.

Leave a Reply