kematian yang ringkas

seorang lelaki yang pernah kukenal sebatas bersalaman, meninggal dunia. pada hampir setiap pagi aku melihatnya berjemur diri menikmati matahari. usianya telah sepuh. anak-anaknya entah di mana.

samar-samarnya aku mendengar ia meninggal subuh hari. ketika matahari mulai terik, tenda didirikan, kursi-kursi merah datang dari persewaan. pada siangnya, orang-orang berkumpul dan seremoni pengantaran pemakaman dimulai. konon beliau diantarkan untuk dimakamkan di sebuah kota terdekat.

pada senja hari, saat malam menjelang, tak kutemui lagi kursi-kursi merah. mungkin telah diambil pihak penyewaan. tendu pun sudah entah dikemanakan. jalanan pun telah dibuka untuk lalu lintas. hanya beberapa orang yang datang berkunjung tanpa mengesankan adanya hal istimewa yang terjadi.

ahh, betapa ringkas kini kematian dihargai…

Leave a Reply