kematian yang ringkas
seorang lelaki yang pernah kukenal sebatas bersalaman, meninggal dunia. pada hampir setiap pagi aku melihatnya berjemur diri menikmati matahari. usianya telah sepuh. anak-anaknya entah di mana.
samar-samarnya aku mendengar ia meninggal subuh hari. ketika matahari mulai terik, tenda didirikan, kursi-kursi merah datang dari persewaan. pada siangnya, orang-orang berkumpul dan seremoni pengantaran pemakaman dimulai. konon beliau diantarkan untuk dimakamkan di sebuah kota terdekat.
pada senja hari, saat malam menjelang, tak kutemui lagi kursi-kursi merah. mungkin telah diambil pihak penyewaan. tendu pun sudah entah dikemanakan. jalanan pun telah dibuka untuk lalu lintas. hanya beberapa orang yang datang berkunjung tanpa mengesankan adanya hal istimewa yang terjadi.
ahh, betapa ringkas kini kematian dihargai…
This entry was posted on August 16, 2008 at 5:38 pm and is filed under maut with tags meninggal, metahari, pemakaman, ringkas, senja, sepuh, subuh, terik, usia. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.