terlalu sedih untuk dipikir
terlalu pedih untuk diingat
karena itu…
…selamat tinggal senja
…selamat tinggal rinai
mungkin memang semua itu
harus disimpan di dalam hati
diam-diam…
selama-lamanya…
terlalu sedih untuk dipikir
terlalu pedih untuk diingat
karena itu…
…selamat tinggal senja
…selamat tinggal rinai
mungkin memang semua itu
harus disimpan di dalam hati
diam-diam…
selama-lamanya…
bila seorang lelaki harus menangis
di mana tempat teraman baginya?
di dadamu duhai perempuan
kurindu untuk rebah
diselimuti hangat tubuhmu
dibuai detak lembut jantungmu
dilingkari pelukan nyamanmu
di sana aku memejam mata
dan melihat senja jingga menyaput langit
rintik hujan mengiringi senyum termanismu
mengantarkan tibanya mentari esok
gerimis telah tiba
menuntaskan rinduku
tetapi kekasih hatiku
di mana dikau bersembunyi?
aku lelahhh… kurindu padamu, perempuan penuh kasih di mana pun, menghampiriku… mengelus wajahku dengan lembut, mengecup bibirku dengan mesra, dan menghangatkan tubuhku dengan tubuh mungil, putih, dan harumnya.
adakah shelter seperti itu??
Ntahlah, aku lelahhh, bahkan untuk menduga-duganya…
resep menikmati senja:
bahan
1 kg otak yang dikosongkan
1/2 tubuh yang dirilekskan
5 hlm bacaan pengantar
1/3 lamunan ’saru’
2 mata yang malas
cara membuat
semua dikocok menjadi satu, disajikan dalam kondisi dingin-segar.
dengan apakah aku hendak melukiskan engkau, kekasih hati? hari serasa pendek, tangan tak pernah menjangkau, ucapan selalu gagap, goresan tinta tak pernah memadai.
dengan senja, sebagai kanvas, tempat kuas hatiku mulai digetarkan, untuk menjemput wewarna, lalu menciumi sekujur tubuhmu. dengan senja, sebagai bahasa, tempat aku bertutur tentang jingga langit pagi esok. dengan senja, sebagai lidah, yang terus mempercakapkan kasih sayangmu.
dengan senja, aku ingin mencari kekasih, menjemput pelukan paling hangat. duhai, di manakah engkau?
aku rindu padamu, senja. hari-hari lewat begitu saja dan bersegera, semakin susah bersua denganmu. orang-orang bergegas, benda-benda bergegas, langit bergegas, bahkan jam pun serasa lari entah dikejar apa.
kapan aku punya senja? duduk menatap kosong dengan pikiran melayang. tak diusir siapa pun dan tak mengejar apa pun. atau, sebuah senja dengan desir angin dan hangat karena lekat dengan seseorang yang kita cintai. bercakap-cakap kecil, berdekap-dekap kecil. membenahi rambutnya yang diterbangkan angin. dan mendekatkan wajahnya untuk mendengarkan deru napasnya yang memburuh perlahan.